Selingkuh Sebelum Hari Pernikahan - Mengapa Orang Melakukannya?

 

Selingkuh Sebelum Hari Pernikahan - Mengapa Orang Melakukannya?

 




Fitri al-Baasitu Event Organizer - Pernahkah kalian memiliki pengalaman seorang teman yang merasa marah dan gusar ketika teman kalian menceritakan perselingkuhan yang dialaminya? Ketika calon pasangan sehidup semati mereka ternyata berkhianat sebelum mereka benar-benar mengikat janji setia sehidup semati? Atau ... justru kalian sendiri pernah memiliki pengalaman serupa? Entah kalian yang menjadi pihak yang diselingkuhi atau justru malah kalian yang mempertimbangkan untuk mencoba berselingkuh untuk terakhir kalinya sebelum mengatakan "Saya Bersedia" di depan altar atau sebelum kalimat “Saya terima nikah dan kawinnya ...” di depan penghulu kepada calon suami atau istri kalian? Mengapa orang melakukan perselingkuhan atau selingkun dan kepuasan macam apa yang mereka dapatkan dari selingkuh? Psikologi manusia mengajukan banyak tantangan terutama di bidang hubungan dan komitmen. Namun satu hal yang pasti, tindakan orang selalu dimotivasi oleh sesuatu. Kalian tidak akan mencium pria sembarangan dengan mengunakan gaun pengantin kalian hanya karena jam menunjukkan pukul dua belas tengah malam. Kalian merasakan dorongan, kalian merasakan keingintahuan atau rasa penasaran, kalian merasakan tekanan teman sebaya, ada banyak alasan mengapa seseorang mempertimbangkan diri untuk berselingkuh sebelum menikah.

Berikut adalah beberapa dari sedikit alasan mengapa orang lain melakukan perselingkuhan dari Fitri al-Baasitu Event Organizer, dan apa yang tersirat atau dihasilkan dari hal-hal ini setelah sumpah setia sehidup semati diucapkan di hadapan Tuhan.

 

1.       Rasa Ingin Tahu atau Rasa Penasaran

Banyak orang melakukan sesuatu untuk memuaskan atau menuntaskan rasa ingin tahunya. Laki-laki dan perempuan sama-sama membuktikan "sensasi" itu – manusia ,e,iliki kekuatan luar biasa untuk melakukan sesuatu yang “nakal: sebelum mereka berkomitmen pada pasangan mereka untuk seumur hidup atau sehidup semati dan janji akan perilaku yang baik dan monogami sampai akhir hayat. Sensasi ini mendorong orang melakukan apa yang umumnya dianggap tidak dapat diterima: selingkuh sebelum menikah. Mereka penasaran seperti apa rasanya berselingkuh. Apakah itu semenarik yang dikatakan orang lain? Bagi sebagian orang, ini adalah petualangan intens mendebarkan dan menantang yang pasti akan mereka ingat sepanjang hidup mereka. Bagi sebagian yang lain, ini adalah momen penyesalan yang sangat besar. Untuk pandangan atau pendapat ini, kurangnya pandangan atau [ertimbangan ke depan yang besar yang mengarah pada penyesalan seumur hidup karena hal itu pasti akan mempengaruhi pernikahan. Jadi sebelum kalian mencoba untuk memulia perselingkuhan kecil itu, jangan lupakan pepatah kuno "rasa ingin tahu membunuh kucing".

2.       Gagasan "Terakhir"

Banyak wanita percaya pada gagasan bahwa menikah itu hanya SEKALI seumur hidup. Oleh karena itu, biasanya pesta pernikahan, akad nikah, resepsi pernikahan, dilangsun dengan upacara yang mewah, mahal dan detail. Karena ya kita semua inginnya pernikahan itu hanya sekali seumur hidup. Dan akibatnya, perempuan memiliki anggapan bahwa suami mereka akan menjadi pria terakhir yang akan bersama mereka sampai akhir hayat. Jadi, pencariannya dimulai: untuk memiliki satu hal terakhir sebelum menyerah pada komitmen seumur hidup untuk bersama dengan satu orang dan satu orang saja. Di sinilah terjadi perselingkuhan sebelum menikah. Seorang wanita tidur dengan satu pria sebelum dia akhirnya memutuskan bahwa dia akan tidur dengan hanya satu pria dari saat dia mengucapkan sumpahnya sampai maut memisahkan mereka. Dongeng klasik, begitulah adanya. Kenyataannya, berselingkuh atau melakukan perselingkuhan sebelum menikah belum tentu sama dengan monogami seumur hidup sesudahnya. Dalam kebanyakan kasus, perselingkuhan memperkuat keinginan untuk melakukan perselingkuhan lagi di lain kesempatan dan mengarah pada kenyataan menyedihkan tentang perselingkuhan selama perkawinan juga.

3.       Sifat manusia

Sayangnya, kecurangan, pengkhinatan dalam bentuk perselingkuhan telah dikaitkan sebagai bagian dari sifat manusia yang mudah bosan dan sellau ingin mencoba sesuatu hal yang baru. Pria diyakini lebih mundah untuk berpoligami secara naluriah. Wanita tidak dikecualikan dari label sosial ini. Wanita yang akhirnya selingkuh sebelum menikah dikatakan telah mendengarkan keinginan utama mereka, sifat manusiawi mereka. Seiring sains terus menyajikan hal-hal sepele dan fakta menarik tentang bagaimana penguin dan paus menjadi monogami: manusia tampaknya berada di luar daftar itu. Berselingkuh hanyalah bagian dari sifat manusia di zaman sekarang ini. Dan apakah itu dilakukan sebelum menikah atau selama perkawinan atau pernikahan, seringkali tidak ada bedanya lagi. Sayangnya, perselingkuhan sebelum menikah dengan cepat menjadi sesuatu yang hampir dianggap normal di sebagian besar kelompok sosial. Dan apa pun alasan yang mungkin dimiliki seseorang, perselingkuhan tetaplah pada inti atau hakekaktnyanya bahwa itu adalah suatu hal yang buruk.

 

Bila kalian pikir pendamping atau pasangan kalian yang sempat atau pernah berselingkuh dari kalian hendak bertobat untuk “sembuh” berhenti melakukan perselingkuhan begitu kalian resmi menjadi suami istri atau pasangan suami istri atau pasutri, bisa jadi kalian wajib pikirkan lagi kelanjutan ikatan kalian kedepannya saat sebelum melangkah lebih lanjut dengannya ke tahap yang lebih serius.

Hal ini dikarenakan berdasarkansebab bagi survei terkini, orang- orang yang sempat selingkuh saat sebelum menikah berpotensi untuk hendak melanjutkan perihal perselingkuhan, mengulangi hal yang sama hingga sebagian kali ke depan sampai beberapa kali lagi!

Survei ini dicoba oleh Illicit Encounters, sebuah web kencan awal yang khusus diperuntukan spesial bagi orang-orang yang telah menikah. Melalui survei terhadap 1. 000 (seribu) orang responden, terdapat pola yang sama tentang orang yang selingkuh dari pendampingnya atau dari pasangan resminya atau dari orang yang telah mereka nikahi.

Sebanyak 86& (delapan puluh enam persen atau delapan puluh enam per seratus) responden mengaku sempat berselingkuh saat sebelum menikah serta masih melanjutkan perselingkuhannya walaupun telah mempunyai suami ataupun istri. Selingkuh di sini tidak cuma saling berbalas pesan, telepon mesra atau video call sex (VCS) tetapi tahap perselingkuhan yang dimaksud di sini adalah perselingkuhannya yang sampai berhubungan badan.

Apalagi survei memandang mereka yang sempat berselingkuh tidak cuma hendak melaksanakannya sekali, tetapi hingga 3 (yiga) kali saat sebelum pada akhirnya ketahuan pendamping resminya. Paling tidak sebanyak 63% (enam puluh tiga persen atau enam puluh tiga per seratus) mereka yang selingkuh diketahui atau berhasil ketahuan oleh pendampingnya atau pasangan resmi yang telah dinikahinya. Tetapi cuma 15& (lima belas persen atau lima belas per seratus) dari kelompok itu yang pada akhirnya berujung pada perceraian.

11% (sebelas per serartus atau sebelas persen) orang ketahuan selimngkuh oleh pendamping mereka atau padangan mereka dalam 1 (satu) kali selingkuh, 12% (dua belas per seratus atau dua belas persen) di perselingkuhan kedua, serta paling banyak 21% (dua puluh satu per seratus atau dua puluh satu persen) di kala mereka berselingkuh untuk ketiga kalinya.

Jadi jika pendamping atau pasangan kalian telah berani-beraninnya berselingkuh saat sebelum kalian berdua melangsungkan pernikahan, ada baiknya kalian pikirkan lagi apakah kalian mau melanjutkan hubungan kalian ke tahap yang lebih serius.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAS KEKINIAN TREND LEBARAN 2021

TIPS MEMEPERTAHANKAN PERNIKAHAN

BERITA TANGGUL JEBOL AMBROL DI MADIUN