MAKNA FILOSOFIS GAUN PENGANTIN ADAT JAWA DAN INTRNASIONAL

 

Makna di Balik Gaun Pengantin Princess Disney dan Baju Adat Pengantin Nusantara

 



Fitri al-Baasitu Event Organizer - Dalam setiap pernikahan adat, pengantinlah yang menjadi daya tarik. Baik pengantin pria maupun pengantin wanita, sama-sama menjadi sorotan di hari akad nikah atau di hari resepsi pernikahan mereka. Lebih sering daripada tidak, tugas mempelai laki-laki adalah datang dengan cincin di tangan dan di beberapa negara, menanggung semua biaya untuk acar upacara pernikahan. Segala sesuatu yang lain, seperti setiap detail khusus dekorasi, gaun pengantin, kerap kali diserahkan kepada pengantin wanita untuk diurus. Meskipun seiring perkembangan zaman, kedua calon mempelai (laki-laki dan perempuan) mengurus dan mempersiapkan setiap detail acara akad nikah dan resepsi pernikhan mereka. Untuk mengurangi stres dan potensi perselisihan akibat silang pendapat antara calon mempelai dan keluarga masing-masing, mempercayakan Event organizer (EO) atau Wedding Organizer (WO) atau Event Planner atau perencana acara, merupakan keputusan yang bijak.

Terlepas dari apakah wanita setuju dengan saya atau tidak, perencanaan pernikahan adalah sesuatu yang dinanti-nantikan oleh seorang pengantin wanita. Sebagai spesies, ini adalah hari perayaan kelangsungan hidup kita sebagai manusia. Hari ketika kita akhirnya kita bersatu dalam ikatan suci dengan orang yang kita cintai. Detail untuk merencanakan pernikahan sangat spesifik dan tidak bisa dikatakan sedikit. Pengantin wanita dan pria dapat memilih dari tema dan warna, menu, tatanan bunga untuk meja, dekorasi, di mana lokasi acara akad nikah atau resepsi pernikaha? Bisa tempat ibadah seperti: gereja atau masjid, rumah, bisa juga memilih untuk menyewa gedung atau balai pertemuan. Hotel ataupun restoran bukan pilihan yang buruk juga. Pemilihan gaun untuk pengiring pengantin (bridesmaid) beserta rombongan keluarga dan item yang paling penting dari semuanya: gaun pengantin.



Jika kita sering menonton film Disney apalagi yang tokoh utamnaya tuan putri, kita pasti sudah tak asing lagi dengan pemandangan sang putri memakai gaun penganti berwarna putih, tudung pengantin tipis di atas kepala yang kerap kali juga menutupi wajah dan menaiki kereta kencana. Kalau di zaman sekarang mirip-mirip lah sama keluarga kerajaan Inggris Ratu Elizabeth. Sejarah gaun pengantin memiliki banyak akar sejarah:

1.       Warna putih melambangkan kesucian pengantin wanita sebelum hari pernikahannya, dan secara tradisional berarti pengantin wanita tidak tersentuh oleh suaminya.

2.       Cadar atau tudung penganti mewakili kesan misterius rahasia pengantin di hari pernikahannya. Ada suatu masa ketika pernikahan diatur untuk mengkonsolidasikan kekuasaan, kekayaan atau tanah antara dua keluarga dan hanya pada saat pernikahan itulah pengantin laki-laki dapat melihat pengantin perempuan. Selama berabad-abad banyak hal telah berubah. Tudung pengantin yang dahulu tebal dan berwarna gelap, kini  tipis dan terbuka.

3.       Kereta dan gaun pengantin memiliki arti penting juga. Kereta pengantin dimaksudkan untuk menjadi panjang dan mengalir dan pada awalnya digunakan untuk menutupi jejak pengantin perempuan dan laki-laki, terutama selama abad pertengahan ketika penculikan pengantin sering dilakukan untuk tujuan tebusan. Bahkan pendamping pria memiliki peran di masa itu seolah-olah ada serangan saat prosesi pernikahan suku saingan, itu adalah tugas pendamping untuk menjaga pasangan untuk membantu mereka melarikan diri dari kejadian seperti itu.



Lalu, bagaimana dengan baju adat pengantin khas nusantara. Di sini Fitri al-Baasitu Event Organizer mengambil contoh baju perkawinan adat Jawa:

 Simbol Corak dari Pakaian Perkawinan Adat Jawa

Warma gelap ialah simbol kebijaksanaan serta kesempurnaan dalam falsafah adat Jawa. Jadi, pakaian perkawinan adat Jawa memanglah tampak beda dari pakaian perkawinan pada biasanya sebab membawa arti yang begitu besar. Dengan memakai corak gelap, diharapkan rumah tangga pendamping suami istri yang menikah ini hendak tetap dilimpahkan kebijaksanaan serta kesempurnaan yang mereka harapkan.

Salah satu pakaian pengantin adat Jawa yang bercorak gelap merupakan adat Jogja Paes Ageng Kanigaran. Paes Ageng Kanigaran ialah model pakaian tertutup dari Paes Ageng biasa. Pakaian ini terbuat dari bahan beludru ataupun velvet, dengan ornamen corak emas di sebagian tempat. Memanglah, umumnya pakaian ini rupanya gelap, tetapi tidak menutup mungkin memakai corak lain semacam merah maroon, biru, hijau, serta kuning.

Masih dari kawasan Yogyakarta, pakaian adat pengantin Paes Jangan Menir pula bercorak gelap. Pakaian pengantin adat Jawa yang ini memanglah mirip dengan Kanigaran. Yang jadi pembeda merupakan busananya yang tanpa dodot. Kebaya panjang menjuntai ke dasar merupakan karakteristik khas dari pakaian pengantin yang satu ini. Pada adat yang sebetulnya, Jangan Menir dikenakan oleh pengantin pada upacara boyongan pengantin dari rumah pengantin perempuan ke rumah pengantin laki- laki. Tetapi, dalam praktek modern-nya, pakaian pengantin adat Jawa yang ini leluasa dipakai dikala resepsi, apalagi di resepsi pihak pengantin perempuan sekalipun.

Bisakah Pakaian Perkawinan Adat Memakai Jilbab?

Sedikit beralih ke arah Timur, pakaian pengantin Solo Gadis dengan riasan rambut yang lebih megah. Pakaian Solo Gadis mempunyai karakteristik khas kebaya yang karakternya mirip dengan pakaian Jogja Kanigaran, namun nampak berbeda dari sisi riasan wajah serta rambutnya. Solo Gadis umumnya mengenakan sanggul bokor mengkurep dengan hiasan melati tibo dodo atau untaian hiasan melati yang menjuntai sampai menutupi dada.

Tipe yang lain dari pakaian pengantin adat jawa Solo merupakan Solo Keprabon. Ini merupakan singkatan dari busana Solo yang dipakai oleh para prabu. Solo Keprabon merupakan pakaian pengantin Jawa yang ialah model tertutup dari pakaian pengantin Solo Basahan. Pada busana ini, si pengantin mengenakan dodot serta ditambah kebaya penutup bercorak gelap dan hiasan melati. Cunduk mentul yang dipakai pula berbeda dari pakaian pengantin adat jawa Solo yang lain.

Pakaian pengantin adat Jawa dapat pula dikreasikan dengan hijab, lho. Tidak cuma divariasikan dengan konsumsi jilbab di atas kepala, model serta wujud pakaian pengantin Jawa dapat pula memakai kebaya kutu baru panjang ataupun memakai kebaya yang mempunyai ekor yang menjuntai semacam gaun-gaun perkawinan internasional ala princess Disney. Apalagi, bila kalian kreatif, kalian pula dapat mengembangkannya ke model yang kalian gemari. Di masa saat ini ini, pakem yang berlaku telah tidak sangat diiringi, namun dapat senantiasa bawa kekhasan budaya tersebut dalam upacara sakral yang dinamakan perkawinan.

Jika kalian berdomisili di Karesidenan Madiun (Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi), ada banyak toko gaun pengantin untuk pengantin wanita untuk berbelanja. Toko gaun pengantin di Kota Madiun yang kami rekomendasikan tentunya Fitri al-Baasitu Event Organizer. Toko pengantin ini masih memiliki nuansa rumah toko gaun pengantin. Pengantin wanita dan rombongan yang mungkin terdiri dari ibu dan pengiring pengantin setidaknya dapat menghabiskan sore hari berbicara dengan pemilik toko gaun pengantin yang mungkin merupakan pembuat gaun pengantin sendiri untuk membicarakan desain pernikahan yang dibutuhkan pengantin wanita. Toko pernikahan di Kota Madiun ini membuat pengantin wanita dan keluarganya merasa seperti keluarga mereka sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAS KEKINIAN TREND LEBARAN 2021

TIPS MEMEPERTAHANKAN PERNIKAHAN

BERITA TANGGUL JEBOL AMBROL DI MADIUN